Setelah lama sekali
tidak mengunjungi menulis di dunia maya akhirnya kesempatan itu datang juga.
Tak sekedar kesempatan namun juga kebetulan sedang selo,nganggur,free,bebas
atau apapun namanya.
Oke, langsung
saja,cukup basa-basi, fafifunya...Sesuai dengan judul, kali ini akan sedikit
melihat tentang presiden terbaru NKRI. Joko Widodo atau JOKOWI. Terpilihnya
Jokowi sebagai pressiden Indonesia selama lima tahun ke depan. Jokowi sebelum
menjadi RI 1 adalah seseorang yang sederhana,gapyak serta penuh guyon namun
penggila musik cadas macam burgerkill,death vomit hingga Lamb of God.. Karir
politiknya berawal dari profesinya yang menjadi pengusaha mebel di daerah
kelahirannya Solo, Jawa Tengah. Berkat kepribadiannya yang unik itu,sosoknya
pun mudah diterima oleh banyak kalangan.
Akhirnya,
kesempatan untuk menapaki dunia politik bagi Jokowi pun datang. Dengan
menggandeng Pak Rudi sebagai wakil, Jokowi mantap melaju menjadi calon walikota
Solo dan terpilih sebanyak dua periode hingga tahun 2013 (coba hitung sendiri
sejak kapan Jokowi jadi walikota Solo..Hehehehe).
Ada momen unik
semasa Jokowi jadi walikota Solo. Alumnus Fakultas Kehutanan UGM ini dibilang
orang bodoh dan ndeso oleh Bibit Waluyo, Gubernur Jateng sebelum Gandjar Pranowo.
Pemicunya adalah sederhana. Kala itu, Jokowi dikatakan bodoh oleh Bibit Waluyo
karena karena berani menentang gubernur dalam pembangunan mal di Solo. Padahal,
Jokowi tahu, lokasi yang mau dijadikan mall itu adalah bangunan bersejarah bekas
pabrik es Saripetojo. Reaksi Jokowi setelah kejadian itu hanya selow,woles,
kalem. Dia hanya berkata “Ya, saya ini memang bodoh,ndeso, masih harus belajar
ke banyak orang”.
Reaksi yang tidak
diduga oleh banyak orang pastinya, termasuk saya. Dari situ, Jokowi terlihat
merupakan orang yang pragmatis. Entah apa yang dirasakan oleh Pak Bibit
sekarang setelah tahu Jokowi jadi presiden. Mungkin kaget,syok ataupun biasa
saja, siapa yang tahu. Semasa menjabat di
Solo, Jokowi memang gemar blusukan atau turba (meminjam istilah PKI) untuk
memantau realitas yang terjadi terutama di kalangan kelas masyarakat terbawah.
Di pasar,sawah dan perkampungan kumuh Jokowi tak merasa jijik berbaur dengan
masyarakat.
Mungkin, pribadi
yang nyleneh itu pula yang membuatnya dialut untuk menangani Jakarta oleh
partai banteng moncong putih. Kesempatan langka itu tak ditolak oleh Jokowi,
mungkin juga untuk menunjukkan diri sebagai pribadi yang patuh kepada sopir
mobil yang membawanya. Dengan berduet
bersama Ahok, mantan Bupati pulau Bangka yang terkenal galak dan gaya bicaranya
yang blak-blakan. Duet seperti air dan api ini ternyata berhasil menjinakkan
warga Jakarta yang kondang dengan cuek,masa bodoh dan tidak pedulinya. Belum
genap lima tahun memimpin Jakarta, duet Jokowi-Ahok terpaksa harus bercerai.
Jokowi dikomando untuk memimpin yang mungkin di luar mimpi-mimpi dalam tidurnya
yaitu sebuah negara. Negara Indonesia.
Di ajang Pilpres
2014, Jokowi berpasangan dengan seorang senior yang telah terbiasa
mondar-mandir keluar masuk istana negara yaitu Jusuf Kalla. Dua putaran harus
dilalui duet mua-tua itu sebelum akhirnya lolos ke putaran akhir dan bersaing
ketat dengan pak Jendral Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Dalam kampanye
pilpres, perang jargon diantara kedua tim pendukung ibarat perang antara dua
kubu merah dan kubu biru dalam ring tinju. Masing-masing kubu berjuang
mati-matian untuk memenangkan tiap idolanya menjadi presiden terbaru Indonesia.
Berbagai macam cara ditempuh dari sosial media sampai adu program di
televisi,baliho maupun melalui media seni.
Kini, setelah
melalui drama yang membuat rakyat seperti terbelah menjadi dua blok akhirnya
presiden resmi terbaru Indonesia akhirnya terpilih. Dia adalah Joko Widodo atau
lebih gaul dan memasyarakat dipanggil dengan Jokowi.
Mudah-mudahan setelah
terpilih, Jokowi dapat memenuhi janjinya semasa kampanye. Sebagai rakyat biasa,
saya pun punya beberapa pesean untuk pak Jokowi. Jangan biarkan tim hore yang
dulu mendukung bapak duduk di sebelah depan atau di belakang bapak. Jangan
biarkan budaya ABS (Asal Bapak Senang) tumbuh lagi di hati para pembisik bapak.
Terakhir, segera tambah bobot tubuh bapak agar terlihat gagah dan tidak
cungkring lagi.
No comments:
Post a Comment